Ibu, Guru Pertama dan Teladan Sepanjang Hidupku

Ibu, Guru Pertama dan Teladan Sepanjang Hidupku

Comments
2 min read

Ada hal-hal yang tidak pernah benar-benar selesai diceritakan, dan salah satunya adalah keteladanan seorang ibu. Setiap tahun, Hari Guru selalu mengingatkanku pada sosok yang berdiri paling depan dalam hidupku. Bukan hanya karena Ibu mengajar di sekolah, tetapi karena Ibu telah menjadi guru jauh sebelum aku mengenal apa itu pendidikan formal.

Engkaulah guru pertama di rumah. Engkaulah yang mengajarkan cara berbicara dengan lembut, cara menghargai orang lain, dan cara memahami dunia kecil di sekitarku. Dari meja makan hingga ruang tamu, setiap momen bersamamu selalu menjadi pelajaran pertama bagi perjalanan hidupku.

Di sekolah, Ibu adalah guru sekolah dasar. Anak-anak memanggilmu dengan penuh hormat. Mereka mengenalmu sebagai sosok yang tegas namun penuh kasih. Aku selalu melihat bagaimana Ibu menyiapkan bahan ajar dengan serius, menyusun rencana, dan memikirkan setiap murid seperti anak sendiri. Tidak pernah sekalipun Ibu memandang profesi itu sebagai beban. Bagimu, mengajar adalah bentuk syukur dan pengabdian.

Dan di rumah, Ibu juga menjadi guru mengaji bagi anak-anak desa. Sejak kecil aku menyaksikan ruang tamu kita berubah menjadi ruang belajar. Suara-suara kecil yang mengeja huruf demi huruf Al-Qur’an memenuhi rumah setiap sore. Melihatmu mengajar tanpa lelah, baik di kelas maupun di rumah, membuatku sadar betapa besar cintamu pada ilmu. Tidak ada kamera, tidak ada tepuk tangan, tidak ada publikasi. Hanya ketulusan yang bekerja setiap hari.

Dari Ibu, aku belajar bahwa mengajar bukan hanya profesi. Mengajar adalah ibadah. Sebuah perjalanan panjang yang tidak mengenal batas waktu dan tempat. Ibu mengajarkan bahwa ilmu yang baik adalah ilmu yang dibagikan, dan guru yang sejati adalah guru yang tidak pernah berhenti mencintai murid-muridnya.

Hari Guru bukan hanya untuk mereka yang berdiri di depan kelas. Hari Guru juga untuk sosok seperti Ibu, yang mengajar di mana pun langkahnya berada. Untuk semua pelajaran yang tidak tertulis, untuk doa-doa yang tidak terdengar, dan untuk cinta yang tidak pernah habis, terima kasih, Ibu.

Selamat Hari Guru. Semoga Allah selalu menjaga kesehatanmu, memperluas sabarmu, dan menjadikan setiap ilmu yang kau ajarkan sebagai amal yang mengalir tanpa henti.

Share this article

About Author

rofiarief@gmail.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Relevent