Seburuk Apa pun Kau Pandang Diriku, Belum Tentu Kau Lebih Sempurna
Kalimat ditas sederhana, tapi rasanya ngena banget. Kadang kita butuh diingatkan lewat kata-kata seperti ini, supaya tidak mudah goyah oleh omongan orang dan tidak gampang menilai siapa pun.
Dalam hidup sehari-hari, selalu ada saja orang yang melihat kita dari sudut yang salah. Ada yang menilai hanya dari satu kejadian, satu kesalahan, atau satu momen yang sebenarnya tidak menggambarkan diri kita keseluruhan. Tapi begitulah manusia, kadang lebih cepat menilai daripada mengenal.
Dan jujur saja, kita pun kadang begitu. Kita melihat sesuatu dari luar, padahal tidak tahu isi ceritanya. Kita mengira orang lain salah, padahal kita sendiri juga punya banyak kekurangan yang mungkin tidak terlihat.
Kalimat ini menjadi pengingat bahwa tidak semua penilaian orang itu benar, dan tidak semua penilaian kita terhadap orang lain itu tepat. Setiap orang punya sisi yang tidak ditunjukkan. Setiap orang punya proses yang tidak diceritakan. Setiap orang punya perjuangan yang tidak tampak dari luar.
Jadi ketika ada yang memandang kita buruk, tidak perlu terlalu diambil hati. Bisa jadi mereka hanya melihat potongan kecil dari diri kita. Dan ketika kita tergoda untuk menilai orang lain, ingat juga bahwa kita bukan manusia yang sempurna.
Hidup akan jauh lebih ringan kalau kita fokus memperbaiki diri, daripada sibuk membuktikan siapa yang lebih baik. Pada akhirnya, bukan soal siapa yang terlihat lebih benar, tapi siapa yang mau terus belajar jadi manusia yang lebih baik.
Kalimat ini mungkin sederhana, tapi cukup kuat untuk jadi pengingat: jangan cepat menilai, jangan merasa paling benar, dan tetaplah rendah hati. Kita semua punya kekurangan, dan itu wajar. Namanya juga manusia.






